Senin, 07 November 2016

Curhatan KKPI grace

Di dunia ini kita tidak bisa jauh dari teknologi, bahkan nenek gue juga punya akun sosmed. haddeehhhhhh.... Tapi dari teknologi yang ada sekarang, ga jauh dari pelajaran yang di pelajari oleh anak bangsa dalam sekolahnya. Di sini gue mau cerita tentang pelajaran KKPI alias TIK alias Simulasi Digital, wuidiiihhh banyak amat alias nya yakk :D wkwkwk. Di sekolah gue namanya KKPI, beda tipis sama TIK lahh... yg di pelajari juga ga jauh dari program komputer yg ada sekarang, contohnya Ms. Word, Ms. Excel, dll. tapi itu  mah buat yg dasar aja kaya yang jenjangnya SD.. Di pelajaran ini gua d ajarin tentang enkripsi dan kriptografi, itu tuh tentang kode"an gtu.. seru deh, karna saat pelajarran inilah tidak ada razia HP hahahahha (ketawa jahat)
Oke sekarang gue mau cerita tentang gurunya, dalam 1th udh 3x ganti guruuu... :o darri pa Cahya yg lucu kocak, trus ada jga guru garing yg gue lupa namanya, dan terakhir pa Yandi Yudhamara, yang memaksa kita semua buat bikin blog :D hahaaa.. pa Yandi ini baik sih, gokil jga, kalo ketawa matanya jadi tinggal segaris.. wkwkwk, hampuraa ya pa. segini aja kali ya curhatan gue tentang pelajaran KKPI
see you next time in my new post..bye bye

Jumat, 04 November 2016

Praktek Keterampilan Kebutuhan Dasar



PRAKTEK KETERAMPILAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

BED MAKING
Pengertian
Prosedur merapikan tempat tidur agar terlihat rapi baik mengganti sebagian maupun seluruh aksesoris tempat tidur.

Tujuan
1.       Membuat tempat tidur terlihat rapi dan bersih
2.       Memberikan rasa nyaman dan relaksasi
3.       Menjaga lingkungan tetap bersih untuk membantu percepatan penyembuhan pasien.
4.       Mempertahankan status kesehatan klien
5.       Menghindari pasien dari infeksi

Indikasi
1.       Pasien yang baru akan masuk
2.       Pasien yang telah menjalankan operasi besar
3.       Sudah waktunya linen diganti
4.       Linen dan aksesorisnya basah,lembab dan kotor

Alat-alat
Ø  Sprei besar
Ø  Perlak
Ø  Stik laken
Ø  Selimut
Ø  Sarung bantal
Ø  Baki beralas
Ø  Baskom kecil berisi air bersih dan desinfektan
Ø  3 lap kerja
Ø  APD



Mencuci Rambut

Pengertian
Membersihkan kulit kepala dan rambut dengan sampo.

Tujuan
1.       Menstimulasi darah ke kulit kepala
2.       Membersihkan kulit kepala dan rambut
3.       Mencegah bau tidak sedap

Indikasi
1.       Pasien imobilisasi, yang umumnya menyebabkan rambut tak tersisir
2.       Pasien diaphoresis yang menyebabkan rambut lebih berminyak.
3.       Pasien yang akan melakukan operasi besar.

Kontraindikasi
1.       Pasien yang memiliki insisi terbuka pada bagian leher, kepala dan wajah.
2.       Pasien yang terpasang trakeastomi
3.       Pasien yang mengalami peningkatan intracranial
4.       Pasien yang distress pernafasan

Alat-alat
o   Shampoo
o   2 sisir
o   Bengkok berisi desinfektan
o   2 handuk besar
o   Handuk kecil
o   Bak instrument
o   Talang
o   Peniti
o   Ember
o   Kain pel
o   Hairdryer
o   APD



Memandikan
Pengertian
Membersihkan badan pasien yang tidak dapat mandi secara mandiri dengan membasuh menggunakan air dan sabun.

Tujuan
1.       Menghilangkan mikroorganisme sekresi dan eksresi tubuh.
2.       Mencegah bau tidak sedap
3.       Menstimulasi kulit
4.       Memperlancar sirkulasi darah
5.       Memberikan kesegaran tubuh
Indikasi
Semua pasien yang memerlukan bantuan mandi di tempat tidur.


Alat-alat
·         Pakaian ganti
·         2 handuk besar
·         Handuk kecil
·         Perlak
·         Selimut mandi
·         Sabun
·         Lotion
·         Minyak kayu putih
·         Keranjang pakaiann kotor
·         Standar baskom
·         2 baskom berisi air hangat dan biasa
·         Pispot
·         Botol cebok
·         Tisu




Oral Hygiene tanpa Sikat Gigi
Pengertian
Membersihkan rongga mulut dari kotoran dan sisa makanan menggunakan kapas dan kassa.

Tujuan
1.       Membersihkan rongga mulut dan gigi dan menghindari penularan penyakit melalui mulut.
2.       Memberikan kebersihan perorangan.
3.       Membersihkan rongga mulut dan mencegah kerusakan gigi.
4.       Mencegah bau tidak sedap.
5.       Memberikan kenyamanan pada pasien.
6.       Merangsang nafsu makan.
7.       Memberikan penyuluhan kesehatan tentang kebersihan individu.

Indikasi
Klien yang tidak dapat menggunakan sikat gigi, stomatitis berat dan gangguan peredaran darah.

Alat-alat
Þ     Gelas kumur berisi air matang
Þ     Pinset sirugis
Þ     Arteri klem
Þ     Kom kecil berisi larutan NaCl
Þ     Boraks
Þ     Tongue spotle dibalut kassa
Þ     Bengkok dibungkus plastic
Þ     Sedotan
Þ     Tissue
Þ     Mouthwash
Þ     Deeper/lidi di bungkus kapas
Þ     Perlak dan alasnya
Þ     Baki beralas
Þ     Bak instrument
Þ     APD



Oral hygiene dengan Sikat Gigi
Pengertian
Membersihkan rongga mulut dan gigi dari kotoran dan sisa makanan menggunakan sikat gigi.

Indikasi
Semua pasien yang membutuhkan bantuan menyikat gigi di tempat tidur

Tujuan
(sama dengan tujuan oral hygine tanpa sikat gigi)

Alat-alat
Þ     Gelas kumur berisi air matang
Þ     Sikat gigi
Þ     Pasta gigi
Þ     Bak instrument
Þ     Tissue
Þ     Bengkok di bungkus plastic
Þ     Mouthwash
Þ     Perlak dan alasnya
Þ     Bak instrument
Þ     APD




Kamis, 29 September 2016

Tumbuh Kembang



PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA

DEFINISI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
            Tumbuh kembang mencakup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan  yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan (growth) pada dasarnya merupakan dampak fisik. Sedangkan perkembangan (development) mengarah pada kematangan fungsi organ atau individu. Sebagai contoh organ otak mengalami pertumbuhan yang ditandai dengan bertambahnya jumlah sel sehingga volume otak semakin meningkat. Keadaan ini lazim disertai dengan perkembangan otak, yaitu peningkatan fungsi otak seperti kemampuan menghitung dan mengingat. Contoh lain adalah anggota gerak bawah (kedua tungkai) yang mengalami pertumbuhan ditandai dengan bertambahnya ukuran. Sedangkan perkembangan ditandai dengan peningkatan kemampuan fungsi seperti merangkak, berdiri, berjalan, berlari, melompat (Nugroho 2009). Walaupun berbeda, kedua peristiwa tersebut terjadi secara sinkron pada setiap individu.
            Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel organ maupun individu dapat diukur berdasarkan pada ukuran berat (gram,pound,kilogram), panjang (m,cm). Peningkatan massa tulang dan keseimbangan metabolik (reterensi kalsium dan nitrogen tubuh).
            Perkembangan dapat diartikan sebagai serangkaian perubahan progresif yang terjadi saat perkembangan akan menyebabkan bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dandapat diramalkan (Soetjaningsih 1996).

Berikut ini adalah beberapa definisi perkembangan manusia menurut beberapa ahli.
1.      Atan Long (1990)
Perkembangan manusia adalah perubahan yang bersifat kualitatif. Sifat perubahan ini tidak dapat diukur.
2.      Paul Eggan dan Don Kauchak
Perkembangan adalah perubahan yang berurutan dan kekal dalam diri seseorang, hasil dari pembelajaran, pengalaman dan kematangan.
3.      Salvin (1997)
Perkembangan berkaitan dengan mengapa dan bagaimana individu berkembang dan membesar menyesuaikan diri dengan lingungan sekitar dan perubahan seiring pergantian waktu. Individu mengalami perkembangan sepanjang hayat, yaitu perkembangan dari segi fisik, kepribadian, sosioemosional, kognitif dan bahasa.
4.      Crow dan Crow (1980)
Perkembangan adalah perubahan secara kualikatif dang cenderung ke arah yang lebih baik dari segi pemikiran, rohani, moral dan sosial.


Tercapainya tumbuh kembang yang optimal bergantung pada potensi masing-masing individu. Potensi biologis seseorang merupakan hasil interaksi berbagai factor yang saling berkaitan seprti factor genetic, lingkungan, bio-fisiko-psiko-sosial dan perilaku.



FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
            Peran aktif orang tua terhadap perkembangan anak anaknya sangat diperlukan terutama saat anak masih berada di bawah usia 5th (balita). Seorang anak yang baru lahir secara mutlak bergantung pada lingkungnnya agar iya dapat melangsungkan kehidupan dan mengembangkan dasar yang dimilikinya (Suherman 2000).
            Orang tua harus memperhatikan adanya peran aktif anak dalam usaha mendidik mereka. Anak harus lebih diperlakukan sebagai pribadi aktif yang perlu distimulasi untuk menghadapi dan mengatasi masalah. Melalui interaksi dan komunikasi antara orangtua dan anak, berbagai aspek kepribadian anak akan berkembang termasuk aspek kesadaran terhadap tanggung jawab agar hubungan antara anggota keluarga dapat terbina dan terpelihara dengan baik, peran orang tua sangat penting dalam menjalankan fungsinya, “TOP MANAJEMEN” (Suherman 2000)


            Secara umum, terdapat 4 faktor utama yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang individu. Faktor-faktor tersebut adalah Faktor Keturunan (Genetik), Faktor Hormonal, Faktor Gizi, Faktor Lingkungan.
1.      Faktor Keturunan (Genetik)
Warna kulit, bentuk tubuh dan karakteristik  yang bersifat menurun tersimpan dalam gen. Gen terdapat dalam kromosom baik sperma maupun ovum masing-masing mengandung 23 (pasang) kromosom. Jika ovum dan sperma tergabung akan terbentuk 46 kromosom, kemudian akan membelah untuk memperbanyak diri sampai akhirnya membentuk janin.

2.      Faktor Hormonal
Kelenjar hipofisis anterior mengeluarkan hormone pertumbuhan (Growth Hormone, GH) yang merangsang pertumbuhan epifisis dari pusat tulang panjang. Tanpa GH anak akan tumuh dengan lambat dan kematangan  seksual terhambat. Pada gangguan hipotuitarisme muncul gejala-gejala seperti anak bertumbuh pendek, alat genitalia kecil, pertumbuhan tulang terhambat dan hipoglikemia berat.

3.      Faktor Gizi
Gizi yang adekuat dan seimbang dibutuhkan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal adanya tingkatan  dala tubuh kembang dapat menyebabkan terjadinya kondisi rawan gizi. Contoh : otak merupakan organ yang rawan gizi pada bayi. Organ ini tumbuh pesat pada trimester ketiga dan terus tumbuh pesat pada 6 bulan pertama kehidupan.

4.      Faktor Lingkungan
Lingkungan merupakan salah satu factor yang sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Pada dasarnya terdapat 2 lingkungan yang memengaruhi manusia selama masa kehidupannya, yaitu lingkungan prenatal dan postnatal. Lingkungan prenatal adalah lingkungan ketika anak masih berada dalam kandungan ibu. Lingkungan postnatal adalah berkaitan dengan lingkungan luar yang anak jalani setelah lahir.  (Soetjaningsih 1996)


Faktor Lingkunga Prenatal
            Faktor lingkungan prenatal yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin mulai dari konsepsi sampai lahir, antara lain.
a.)    Gizi Pada Ibu Hamil
Gizi yang buruk pada ibu sebelum kehamilan maupun selama kehamilan sering kali menyebabkan kelahiran bayi dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) / lahir mati, menyebabkan hambatan pertumbuhan otak janin, anemia pada bayi baru lahir.bayi baru lahir mudah terkena infeksi dan abortus tetapi jarang menyebabkan cacat bawaan.







Pengaruh Gizi Ibu Hamil Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Ibu hamil yang kurang gizi akan memilki anak yang kurang gizi dan tumbuh menjadi individu dewasa yang berat badan dan tinggi badannya kurang.

b.)    Mekanis trauma dan cairan ketuban yang kurang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan. Demikian pula dengan posisi janin pada uterus yang dapat menyebabkan tali pusar lepas dan dislokasi panggul.
c.)    Toksin
Masa organogenesis adalah masa yang sanga rentan terhadap zat feratogen misalnya obat anti kanker, rokok dan alcohol. Obat anti kanker dapat menyebabkan kelainan bawaan. Ibu hamil yang perokok berat / peminum alcohol kronis sering kali melahirkan bayi BBLR, lahir mati, cacat atau retardasi mental.

d.)    Radiasi
Radiasi pada janin sebelum kehamilan 18 minggu dapat menyebabkan kematian janin, kerusakan otak / cacat bawaan lainnya.

e.)    Infeksi
Infeksi intrauterine yang sering menyebabkan cacat bawaan adalah TORCH (Toksoplasmosis, Rubella, Citomegalovirus, Herpes Simplex) sedangkan penyakit lainnya yang juga menyebabkan penyakit pada janin adalah malaria, HIV, Polio, Campak, Virus Influenza dan Virus Hepatitis.

f.)     Stress
Stress yang dialami ibu pada waktu hamil dpat memengaruhi tumbuh kembang janin dan menyebabkan gangguan seperti cacat bawaan dan kelainan kejiwaan.

g.)    Imunitas
Rhesus atau inkompatibilitas A,B,O sering menyebabkan abortus dan lahir mati.

h.)    Anoksia Janin
Penurunan oksigenasi janin akbat gangguan pada plasenta atau tali pusat menyebabkan BBLR pada bayi.


Faktor Lingkungan Posnatal yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak secara umum dapat di golongkan menjadi.
a.)    Faktor Biologis (Ras)
1.)    Pertumbuhan fisik juga dipengaruhi ras/suku bangsa. Misalnya ras kulit putih/Eropa memiliki fisik lebih tinggi daripada ras Asia.
2.)    Jenis Kelamin. Ada pendapat yang manyatakan bahwa anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan dengan anak perempuan tetapi belum diketahui secara pasti alasannya.
3.)    Usia. Usia yang paling rawan adalah usia balita. Anak mudah sakit dan mudah mengalami kurang gizi pada masa ini. Masa balita merupakan masa ketika kepribadian anak terbentuk sehingga diperlukan perhatian khusus.
4.)    Gizi. Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Kebutuhan gizi anak berbeda dengan orang dewasa. Kebutuhan makanan untuk pertumbuhan anak dipengaruhi oleh ketahaan pangan keluarga. Ketahanan pangan keluarga mencakup ketersediaan makanan dan pembagian makanan yag adil dalam keluarga. Aspek penting yang perlu ditambahkan adalah keamanan pangan (Food Security) yang mecakup pembebasan makanan dari berbagai racun fisika, kimia dan biologi yang mengancam kesehatan manusia.
5.)    Perawatan kesehatan. Perawatan kesehatan yang teratur tidak hanya ketika anak sakit, seperti pemeriksaan kesehatan dan menimbang berat badan anak secara rutin setiap bulan akan menunjang tumbuh kembang anak. Pemanfaatan fasilitas layanan kesehatan dianjurkan untuk dilakukan secara konverehensif yang mencakup aspek-aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative.
6.)    Kepekaan terhadap penyakit. Dengan memberikan imunisasi diharapkan terhindar dari penyakit yang sering menyebabkan caca atau kematian.
7.)    Penyakit kronis. Anak yang menderita penyakit meahun akan terganggu tumbuh kembang dan pendidikannya. Anak dapat mengalami stress yang berkepanjangan akibat penyakt yang dideritanya.
8.)    Fungsi metabolism. Karena ada perbedaan yang mendasar dalam proses metabolism pada berbagai kelompok usia. Kebutuhan akan berbagai nutrient harus didasarkan atas perhitungan yang  tepat atau memadai.
9.)    Hormone. Hormone-hormon yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang antara lain, Hormon Pertumbuhan Tiroid, Hormon seks, insulin, dan hormone yang dihasilkan kelenjar adrenal.
b.)    Factor Fisik
1.)    Cuaca, musim, keadaan geografis suatu daerah.
2.)    Sanitasi Lingkungan. Akibat dari sanitasi lingkungan yang kurang sehat, anak dapat lebih sering menderita penyakit seperti ISPA, diare, cacingan, tifus abdominalis, hepatitis, malaria, dan demam berdarah.
3.)    Keadaan rumah
4.)    Radiasi. Tumbang anak dapat terganggu karena adanya radiasi yang tinggi.
c.)    Faktor Psikososial
1.)    Stimulasi
Merupakan salah satu hal yang penting dalam tumbang anak. Anak yang mendapat stimulasi terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang/tidak mendapat stimulasi.
2.)    Motivasi Belajar
Dapat ditimbulkan sejak dini dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar, misalnya menyekolahkan anak di sekolah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Menyediakan fasilitas belajar (buku dan alat tulis) dan menciptakan suasana yang tenang dan nyaman.
3.)    Ganjaran atau hukuman yang wajar.
Apabila anak melakukan sesuatu yang benar, orang tua sebaiknya memberikan ganjaran dalam bentuk pujian, ciuman, belaian, atau tepuk tangan. Akan tetapi ketika anak melakukan sesuatu yang salah, orang tua sebaiknya memberikan ganjaran atau hukuman secara objektif disertai pengertian dan maksud dari hukuman tersebut agar anak menyadari bahwa hukuman yang dibeerikan bukan untuk melampiaskan kebencian dan kejengkelan terhadapnya. Tindakan ini dapat membuat anak mengetahui mana perbuatan yang baik dan tidak baik sehingga akan menimbulkan rasa percaya diri pada anak yang penting demi perkembangan kepribadian mereka di masa mendatang.