PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA
DEFINISI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Tumbuh kembang mencakup 2 peristiwa
yang sifatnya berbeda tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan yaitu pertumbuhan dan perkembangan.
Pertumbuhan (growth) pada dasarnya merupakan
dampak fisik. Sedangkan perkembangan (development)
mengarah pada kematangan fungsi organ atau individu. Sebagai contoh organ otak
mengalami pertumbuhan yang ditandai dengan bertambahnya jumlah sel sehingga
volume otak semakin meningkat. Keadaan ini lazim disertai dengan perkembangan
otak, yaitu peningkatan fungsi otak seperti kemampuan menghitung dan mengingat.
Contoh lain adalah anggota gerak bawah (kedua tungkai) yang mengalami
pertumbuhan ditandai dengan bertambahnya ukuran. Sedangkan perkembangan
ditandai dengan peningkatan kemampuan fungsi seperti merangkak, berdiri,
berjalan, berlari, melompat (Nugroho 2009). Walaupun berbeda, kedua peristiwa
tersebut terjadi secara sinkron pada setiap individu.
Pertumbuhan berkaitan dengan
perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel organ maupun
individu dapat diukur berdasarkan pada ukuran berat (gram,pound,kilogram),
panjang (m,cm). Peningkatan massa tulang dan keseimbangan metabolik (reterensi
kalsium dan nitrogen tubuh).
Perkembangan dapat diartikan sebagai
serangkaian perubahan progresif yang terjadi saat perkembangan akan menyebabkan
bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih
kompleks dalam pola yang teratur dandapat diramalkan (Soetjaningsih 1996).
Berikut ini
adalah beberapa definisi perkembangan manusia menurut beberapa ahli.
1. Atan Long (1990)
Perkembangan manusia adalah perubahan yang bersifat kualitatif. Sifat
perubahan ini tidak dapat diukur.
2. Paul Eggan dan Don Kauchak
Perkembangan adalah perubahan yang berurutan dan kekal dalam diri
seseorang, hasil dari pembelajaran, pengalaman dan kematangan.
3. Salvin (1997)
Perkembangan berkaitan dengan mengapa dan bagaimana individu berkembang
dan membesar menyesuaikan diri dengan lingungan sekitar dan perubahan seiring
pergantian waktu. Individu mengalami perkembangan sepanjang hayat, yaitu
perkembangan dari segi fisik, kepribadian, sosioemosional, kognitif dan bahasa.
4. Crow dan Crow (1980)
Perkembangan adalah perubahan secara kualikatif dang cenderung ke arah
yang lebih baik dari segi pemikiran, rohani, moral dan sosial.
Tercapainya
tumbuh kembang yang optimal bergantung pada potensi masing-masing individu.
Potensi biologis seseorang merupakan hasil interaksi berbagai factor yang
saling berkaitan seprti factor genetic, lingkungan, bio-fisiko-psiko-sosial dan
perilaku.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Peran aktif orang tua terhadap
perkembangan anak anaknya sangat diperlukan terutama saat anak masih berada di
bawah usia 5th (balita). Seorang anak yang baru lahir secara mutlak bergantung
pada lingkungnnya agar iya dapat melangsungkan kehidupan dan mengembangkan
dasar yang dimilikinya (Suherman 2000).
Orang tua harus memperhatikan adanya
peran aktif anak dalam usaha mendidik mereka. Anak harus lebih diperlakukan
sebagai pribadi aktif yang perlu distimulasi untuk menghadapi dan mengatasi
masalah. Melalui interaksi dan komunikasi antara orangtua dan anak, berbagai
aspek kepribadian anak akan berkembang termasuk aspek kesadaran terhadap tanggung
jawab agar hubungan antara anggota keluarga dapat terbina dan terpelihara
dengan baik, peran orang tua sangat penting dalam menjalankan fungsinya, “TOP
MANAJEMEN” (Suherman 2000)
Secara umum, terdapat 4 faktor utama
yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang individu. Faktor-faktor tersebut
adalah Faktor Keturunan (Genetik), Faktor Hormonal, Faktor Gizi, Faktor
Lingkungan.
1. Faktor Keturunan (Genetik)
Warna kulit, bentuk tubuh
dan karakteristik yang bersifat menurun
tersimpan dalam gen. Gen terdapat dalam kromosom baik sperma maupun ovum
masing-masing mengandung 23 (pasang) kromosom. Jika ovum dan sperma tergabung
akan terbentuk 46 kromosom, kemudian akan membelah untuk memperbanyak diri
sampai akhirnya membentuk janin.
2. Faktor Hormonal
Kelenjar hipofisis
anterior mengeluarkan hormone pertumbuhan (Growth Hormone, GH) yang merangsang
pertumbuhan epifisis dari pusat tulang panjang. Tanpa GH anak akan tumuh dengan
lambat dan kematangan seksual terhambat.
Pada gangguan hipotuitarisme muncul gejala-gejala seperti anak bertumbuh
pendek, alat genitalia kecil, pertumbuhan tulang terhambat dan hipoglikemia
berat.
3. Faktor Gizi
Gizi yang adekuat dan
seimbang dibutuhkan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal adanya
tingkatan dala tubuh kembang dapat menyebabkan
terjadinya kondisi rawan gizi. Contoh : otak merupakan organ yang rawan gizi
pada bayi. Organ ini tumbuh pesat pada trimester ketiga dan terus tumbuh pesat
pada 6 bulan pertama kehidupan.
4. Faktor Lingkungan
Lingkungan merupakan salah satu
factor yang sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Pada
dasarnya terdapat 2 lingkungan yang memengaruhi manusia selama masa
kehidupannya, yaitu lingkungan prenatal dan postnatal. Lingkungan prenatal
adalah lingkungan ketika anak masih berada dalam kandungan ibu. Lingkungan
postnatal adalah berkaitan dengan lingkungan luar yang anak jalani setelah
lahir. (Soetjaningsih 1996)
Faktor
Lingkunga Prenatal
Faktor lingkungan prenatal yang
berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin mulai dari konsepsi sampai lahir,
antara lain.
a.) Gizi Pada Ibu Hamil
Gizi yang buruk pada ibu sebelum kehamilan maupun selama kehamilan sering
kali menyebabkan kelahiran bayi dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) / lahir
mati, menyebabkan hambatan pertumbuhan otak janin, anemia pada bayi baru
lahir.bayi baru lahir mudah terkena infeksi dan abortus tetapi jarang
menyebabkan cacat bawaan.
Pengaruh Gizi Ibu Hamil
Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Ibu hamil yang kurang gizi akan memilki anak yang kurang gizi dan tumbuh
menjadi individu dewasa yang berat badan dan tinggi badannya kurang.
b.) Mekanis trauma dan cairan ketuban
yang kurang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan.
Demikian pula dengan posisi janin pada uterus yang dapat menyebabkan tali pusar
lepas dan dislokasi panggul.
c.) Toksin
Masa organogenesis adalah masa yang sanga rentan terhadap zat feratogen misalnya
obat anti kanker, rokok dan alcohol. Obat anti kanker dapat menyebabkan
kelainan bawaan. Ibu hamil yang perokok berat / peminum alcohol kronis sering
kali melahirkan bayi BBLR, lahir mati, cacat atau retardasi mental.
d.) Radiasi
Radiasi pada janin sebelum kehamilan 18 minggu dapat menyebabkan kematian
janin, kerusakan otak / cacat bawaan lainnya.
e.) Infeksi
Infeksi intrauterine yang sering menyebabkan cacat bawaan adalah TORCH
(Toksoplasmosis, Rubella, Citomegalovirus, Herpes Simplex) sedangkan penyakit
lainnya yang juga menyebabkan penyakit pada janin adalah malaria, HIV, Polio,
Campak, Virus Influenza dan Virus Hepatitis.
f.) Stress
Stress yang dialami ibu pada waktu hamil dpat memengaruhi tumbuh kembang
janin dan menyebabkan gangguan seperti cacat bawaan dan kelainan kejiwaan.
g.) Imunitas
Rhesus atau inkompatibilitas A,B,O sering menyebabkan abortus dan lahir
mati.
h.) Anoksia Janin
Penurunan oksigenasi janin akbat gangguan pada plasenta atau tali pusat
menyebabkan BBLR pada bayi.
Faktor
Lingkungan Posnatal yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak secara umum dapat di
golongkan menjadi.
a.) Faktor Biologis (Ras)
1.) Pertumbuhan fisik juga dipengaruhi
ras/suku bangsa. Misalnya ras kulit putih/Eropa memiliki fisik lebih tinggi
daripada ras Asia.
2.) Jenis Kelamin. Ada pendapat yang
manyatakan bahwa anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan dengan anak
perempuan tetapi belum diketahui secara pasti alasannya.
3.) Usia. Usia yang paling rawan adalah
usia balita. Anak mudah sakit dan mudah mengalami kurang gizi pada masa ini.
Masa balita merupakan masa ketika kepribadian anak terbentuk sehingga
diperlukan perhatian khusus.
4.) Gizi. Makanan memegang peranan
penting dalam tumbuh kembang anak. Kebutuhan gizi anak berbeda dengan orang
dewasa. Kebutuhan makanan untuk pertumbuhan anak dipengaruhi oleh ketahaan
pangan keluarga. Ketahanan pangan keluarga mencakup ketersediaan makanan dan
pembagian makanan yag adil dalam keluarga. Aspek penting yang perlu ditambahkan
adalah keamanan pangan (Food Security) yang mecakup pembebasan makanan dari
berbagai racun fisika, kimia dan biologi yang mengancam kesehatan manusia.
5.) Perawatan kesehatan. Perawatan
kesehatan yang teratur tidak hanya ketika anak sakit, seperti pemeriksaan
kesehatan dan menimbang berat badan anak secara rutin setiap bulan akan
menunjang tumbuh kembang anak. Pemanfaatan fasilitas layanan kesehatan
dianjurkan untuk dilakukan secara konverehensif yang mencakup aspek-aspek
promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative.
6.) Kepekaan terhadap penyakit. Dengan
memberikan imunisasi diharapkan terhindar dari penyakit yang sering menyebabkan
caca atau kematian.
7.) Penyakit kronis. Anak yang menderita
penyakit meahun akan terganggu tumbuh kembang dan pendidikannya. Anak dapat
mengalami stress yang berkepanjangan akibat penyakt yang dideritanya.
8.) Fungsi metabolism. Karena ada
perbedaan yang mendasar dalam proses metabolism pada berbagai kelompok usia.
Kebutuhan akan berbagai nutrient harus didasarkan atas perhitungan yang tepat atau memadai.
9.) Hormone. Hormone-hormon yang
berpengaruh terhadap tumbuh kembang antara lain, Hormon Pertumbuhan Tiroid,
Hormon seks, insulin, dan hormone yang dihasilkan kelenjar adrenal.
b.) Factor Fisik
1.) Cuaca, musim, keadaan geografis suatu
daerah.
2.) Sanitasi Lingkungan. Akibat dari
sanitasi lingkungan yang kurang sehat, anak dapat lebih sering menderita
penyakit seperti ISPA, diare, cacingan, tifus abdominalis, hepatitis, malaria,
dan demam berdarah.
3.) Keadaan rumah
4.) Radiasi. Tumbang anak dapat terganggu
karena adanya radiasi yang tinggi.
c.) Faktor Psikososial
1.) Stimulasi
Merupakan salah satu hal
yang penting dalam tumbang anak. Anak yang mendapat stimulasi terarah dan
teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang/tidak
mendapat stimulasi.
2.) Motivasi Belajar
Dapat ditimbulkan sejak
dini dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar, misalnya
menyekolahkan anak di sekolah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.
Menyediakan fasilitas belajar (buku dan alat tulis) dan menciptakan suasana
yang tenang dan nyaman.
3.) Ganjaran atau hukuman yang wajar.
Apabila anak melakukan sesuatu yang
benar, orang tua sebaiknya memberikan ganjaran dalam bentuk pujian, ciuman,
belaian, atau tepuk tangan. Akan tetapi ketika anak melakukan sesuatu yang
salah, orang tua sebaiknya memberikan ganjaran atau hukuman secara objektif
disertai pengertian dan maksud dari hukuman tersebut agar anak menyadari bahwa
hukuman yang dibeerikan bukan untuk melampiaskan kebencian dan kejengkelan
terhadapnya. Tindakan ini dapat membuat anak mengetahui mana perbuatan yang
baik dan tidak baik sehingga akan menimbulkan rasa percaya diri pada anak yang
penting demi perkembangan kepribadian mereka di masa mendatang.
ya bgtulah
BalasHapusAduh min panjang banget blognya jadi males baca wkwk :v
BalasHapusOh begitu min. Asik min tapi lebih asik kalo mimin nulis di deh :v
BalasHapus